Minggu, 27 Februari 2011

Pengertian Jet Lag & Cara Mengatasinya

Jet Lag adalah kondisi kelelahan yang berakibat pada gangguan saluran pencernaan, insomnia dan sakit kepala yang terjadi secara bersamaan. Tak sedikit juga yang menganggap jet lag sebagai gangguan ritme tidur sehabis perjalanan jauh melintasi zona waktu dengan cepat.

Jet lag juga bisa dikatakan suatu kondisi psikologis yang terjadi akibat perubahan ritme circadian (suatu irama biologis yang mengatur respon tubuh terhadap perubahan lingkungan). Karena itulah jet lag juga sering disebut sebagai sindrom perbedaan zona waktu.

Jet Lag bisa jadi masalah serius yang mengganggu aktivitas Anda. Bayangkan bila kita sampai di kota tujuan pada pagi hari dan harus langsung bekerja, padahal kita berangkat dari kota awal pada malam hari dan belum tidur sama sekali. Bukannya segar, tubuh akan kelelahan karena belum tidur. Atau sebaliknya, saat kita sampai di kota tujuan pada malam hari tubuh kita dituntut untuk tidur, sedangkan kita berangkat pada pagi hari dengan kondisi fresh karena baru bangun tidur.

Perjalanan dari timur ke barat memiliki resiko yang lebih besar dari pada perjalanan barat ke timur. Tetapi perjalanan dari selatan ke utara atau sebaliknya tidak menyebabkan jet lag asalkan tidak memasuki wilayah zona waktu. Jet lag bisa dialami oleh siapa saja. Tak peduli dengan kuat lemahnya daya tahan tubuh seseorang, usia, dan juga bagi Anda yang baru pertama kali atau sering bepergian melintasi zona waktu.

Apa penyebab terjadinya Jet Lag?

  • Selain karena melintasi zona waktu, ada beberapa penyebab yang menyebabkan jet lag terjadi, yakni:
  • Kondisi awal sebelum terbang yang buruk, misal kelelahan, stres, takut, cemas.
  • Tekanan cabin pada pesawat.
  • Udara kering di pesawat yang bisa memicu sakit kepala.
  • Sirkulasi udara yang kurang baik sehingga udara segar yang dihirup sangat sedikit.
  • Mengonsumsi minuman yang memiliki kadar alkohol saat terbang. Meminum segelas anggur di pesawat saat terbang, sama artinya dengan meminum 2-3 gelas di bumi. Kondisi ini tentu saja memudahkan Anda terserang hangover, sakit kepala ketika bangun di pagi hari karena mengonsumsi alkohol malam sebelum tidur.
  • Makanan dan minuman. Biasanya, kopi atau teh yang disuguhkan di penerbangan lebih berasa dan mempunyai kandungan kafein yang lebih tinggi daripada teh atau kopi biasanya. Jus jeruk juga sebaiknya tidak dikonsumsi, karena bersifat mengerus lambung.
  • Kurang pengalaman, berkaitan dengan faktor psikologis yakni belum atau kurangnya pengalaman dalam terbang.

Jet Lag hanya akan menimpa bila kita terbang menuju Timur dengan perbedaan waktu antara tempat awal dan tujuan sebanyak lebih dari 4 jam. Jet Lag terjadi disebabkan tubuh kita kehilangan waktu 4 jam itu. Kebalikannya, Jet Lag jarang terjadi saat kita terbang ke barat, hal ini dikarenakan tubuh kita mengalami pengulangan waktu ketika menuju ke barat, berbeda ketika kita terbang ke Timur yang justru menyebabkan tubuh kita kehilangan waktu. Padahal biasanya menunda tidur jauh lebih mudah daripada dipaksa untuk tidur bukan?

Bagaimana Cara Mengatasi Jet Lag?

  • Mengubah jam tidur. Bila Anda bepergian ke timur, ubahlah jadwal tidur menjadi sejam lebih cepat dari zona waktu yang akan dilewati. Sebaliknya bila akan terbang ke barat, mundurkan jam tidur Anda sejam sesuai daerah waktu yang akan dilewati. Akan lebih baik bila perubahan jam tidur dilakukan 2-3 hari sebelum terbang.
  • Menghindari stres dan rutinitas kerja seminimal mungkin.
  • Tidak mengonsumsi minuman berakohol sebelum terbang.
  • Tidur yang cukup dan berkualitas.
  • Memperbanyak minum air putih sebelum berangkat, ketika berada di dalam pesawat dan ketika tiba di tujuan bisa mengatasi dehidrasi yang dipicu udara kering.

Yang perlu diingat, untuk mengatasi Jet Lag janganlah sekali-kali mengonsumsi obat tidur. Menurut saya, kuncinya ada pada faktor psikologis (kesiapan mental) dan adaptasi lingkungan (zona waktu: jam tidur dan jam beraktivitas) yang bagus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar