Selasa, 25 Januari 2011

Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Tulisan kali ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai Turunnya Nabi Isa 'alaihis salam. Di antara yang dibahas adalah apa hikmah diturunkannya Nabi Isa 'alaihis salam di akhir zaman. Semoga bermanfaat.

Tempat Turunnya Nabi Isa ‘alaihis salam

Dari An Nawwas bin Sam'an berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam menyebut Dajjal, beliau melirihkan suara dan mengeraskannya hingga kami mengiranya berada di sekelompok pohon kurma. ...

“Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba 'Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za'faran)[1] seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetas. Bila ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau nafasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga. ... (HR. Muslim no. 2937)

Yang dimaksud menara putih sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah. Beliau berkata, “Aku telah melihat di beberapa kitab bahwa sebenarnya turun Isa bin Maryam adalah di menara putih yang terletak di sebelah timur Jaami’ Damaskus. Inilah riwayat yang benar dan lebih kuat. Adapun riwayat yang menyatakan bahwasanya Isa turun di menara putih di sebelah timur Damaskus, maka itu hanya ungkapan perowi saja dari apa yang ia pahami. Yang benar, di Damaskus tidak ada menara yang dikatakan di sebelah timurnya. Yang ada hanyalah menara yang ada di sebelah timur Jaami’ Al Umawi. Inilah penyebutan yang lebih tepat. Karena ketika Nabi Isa turun, maka akan ditegakkan shalat.”[2]

Berapa Lama Nabi Isa ‘alaihis salam Tinggal di Muka Bumi?

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam seperti Urwah bin Mas'ud, ia mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak ada permusuhan di antara dua orang pun. Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali mencabut nyawanya” (HR. Muslim no. 2940)

Sedangkan dalam riwayat Abu Daud yang telah disebutkan, “Pada masa beliau, Allah akan membinasakan semua agama selain Islam, Isa akan membunuh Dajjal, dan beliau akan tinggal di muka bumi selama empat puluh tahun. Setelah itu ia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya.” (HR. Abu Daud no. 4324 dan Ahmad 2/437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam riwayat Ahmad, dari ‘Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku. Sesungguhnya Rabb kalian 'azza wajalla tidaklah buta sebelah (bermata satu) dan Dajjal akan keluar di Yahudi Ashbahan hingga ia datang ke Madinah dan turun di tepinya yang mana Madinah pada waktu itu memiliki tujuh pintu. Pada setiap pintu terdapat malaikat yang menjaga, lalu akan keluar (menuju) kepada Dajjal sejelek-jelek penduduk madinah darinya hingga ke Syam tepat di kota palestina di pintu Lud." Sesekali Abu Daud berkata, "Hingga Dajjal datang (tiba) di palestina di pintu Lud, lalu Isa ‘alaihis salam turun dan membunuhnya, kemudian Isa ‘alaihis salam tinggal di bumi selama empat puluh tahun dan menjadi imam yang adil dan hakim yang adil.” (HR. Ahmad, 6/75. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya hasan)

Dalam riwayat pertama dan lainnya seolah-olah bertentangan. Pada hadits pertama dikatakan bahwa Nabi Isa tinggal di muka bumi selama 7 tahun (namun tidak secara tegas) dan hadits kedua dikatakan 40 tahun.

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi ‘Isa tinggal di muka bumi selama 40 tahun. Namun dalam Shahih Muslim disebutkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa beliau menetap selama 7 tahun. Seolah-olah di sini ada yang rancu. Maka kita bisa maknakan bahwa maksud beliau tinggal di muka bumi selama tujuh tahun adalah waktu tinggal setelah beliau turun ke muka bumi (sebelumnya diangkat ke langit). Sedangkan sisanya adalah waktu beliau menetap di muka bumi sebelum diangkat ke langit. Oleh karena itu dari sini kita dapat mengatakan bahwa umur Nabi ‘Isa adalah 33 tahun (sebelum beliau diangkat ke langit), inilah yang masyhur.”[3]

Namun apa yang dijelaskan oleh Ibnu Katsir dengan jalan mengkompromikan riwayat yang ada disanggah oleh As Safarini. As Safarini menjelaskan, “Hadits ‘Aisyah yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan lainnya yang menyatakan, “Isa akan membunuh Dajjal, lalu akan tinggal di muka bumi selama 40 tahun”, hadits tersebut sama sekali tidak bermasalah. Al Baihaqi pun berpegang dengan riwayat yang menyatakan bahwa Isa akan tinggal di muka bumi selama 40 tahun. Sebagaimana pula dinukil dari As Suyuthi, beliau pun menguatkan salah satu pendapat (dan bukan lewat jalan kompromi). Karena jika ada tambahan penjelasan dari perowi yang tsiqoh (ziyadah tsiqoh) tentu saja bisa dijadikan argumen. Mereka yang menyatakan bahwa setelah Isa turun akan tinggal selama 40 tahun berpegang dengan riwayat yang banyak, sehingga mereka mendahulukannya dari riwayat yang dibilang sedikit karena adanya tambahan yakin di dalamnya. Hadits yang menyatakan bahwa Isa tinggal selama 40 tahun itulah hadits mutsbit (yang menyatakan secara tegas), tentu saja ini yang mesti didahulukan.”[4]

Dari sini pendapat yang lebih tepat adalah riwayat yang menyatakan bahwa setelah Isa turun ia akan tinggal di muka bumi selama 40 tahun karena riwayat ini yang lebih banyak sebagaimana diisyaratkan tadi oleh As Safarini. Namun boleh jadi 40 tahun seakan-akan dirasakan begitu cepat seperti tujuh tahun.[5]

Misi Isa bin Maryam Lainnya, Memusnahkan Ya’juj dan Ma’juj

Sebagaimana nanti dijelaskan tersendiri bahwa di antara misi Nabi Isa ‘alaihis salam ketika turun di muka bumi adalah memusnahkan Ya’juj dan Ma’juj. Beliau bersama sahabatnya akan memusnahkan Ya’juj dan Ma’juj, kaum yang jumlahnya amat banyak dan terkenal amat rakus. Disebutkan dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang amat panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Allah mengirim Ya'juj dan Ma'juj, 'Dari segala penjuru mereka datang dengan cepat.' (Al Anbiyaa`: 96) Lalu yang terdepan melintasi danau Thabari dan minum kemudian yang belakang melintasi, mereka berkata: 'Tadi disini ada airnya.' nabi Allah Isa dan para sahabatnya dikepung hingga kepala kerbau milik salah seorang dari mereka lebih baik dari seratus dinar milik salah seorang dari kalian saat ini, lalu nabi Allah Isa dan para sahabatnya menginginkan Allah mengirimkan cacing di leher mereka lalu mereka mati seperti matinya satu jiwa, lalu 'Isa dan para sahabatnya datang, tidak ada satu sejengkal tempat pun melainkan telah dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk darah mereka. Lalu Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah lalu Allah mengirim burung seperti leher unta. Burung itu membawa mereka dan melemparkan mereka seperti yang dikehendaki Allah, lalu Allah mengirim hujan kepada mereka, tidak ada rumah dari bulu atau rumah dari tanah yang menghalangi turunnya hujan, hujan itu membasahi bumi hingga dan meninggalkan genangan dimana-mana. Allah memberkahi kesuburannya hingga hingga sekelompok manusia cukup dengan unta perahan, satu kabilah cukup dengan sapi perahan dan beberapa kerabat mencukupkan diri dengan kambing perahan. Saat mereka seperti itu, tiba-tiba Allah mengirim angin sepoi-sepoi lalu mencabut nyawa setiap orang mu`min dan muslim di bawah ketiak mereka, dan orang-orang yang tersisa adalah manusia-manusia buruk, mereka melakukan hubungan badan secara tenang-terangan seperti keledai kawin. Maka atas mereka itulah kiamat terjadi.” (HR. Muslim no. 2937)

Intinya, misi Isa bin Maryam ketika turun ke muka bumi sebagaimana diterangkan dalam berbagai hadits adalah:

(1) membunuh Dajjal,

(2) menghancurkan salib-salib,

(3) membunuh babi,

(4) menghapuskan jizyah atau upeti (cuma ada satu pilihan yaitu masuk Islam),

(5) menghancurkan agama selain Islam dan yang tersisa di muka bumi hanyalah Islam,

(6) memusnahkan Ya’juj dan Ma’juj, serta

(7) menjadi imam dan hakim yang adil dengan menegakkan syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lima Hikmah Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman

Pertama: Sebagai bantahan bagi Yahudi yang mengklaim bahwa mereka telah membunuh Isa bin Marya. Sungguh Allah akan mengungkap kedustaan mereka. Isa nantinya yang akan membunuh mereka dan membunuh pemimpin mereka, yaitu Dajjal.

Kedua: Isa bin Maryam telah menemukan dalam Injil mengenai keutamaan umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dalam firman Allah.

Ketiga: Turunnya Isa dari langit semakin dekat dengan ajal beliau. Beliau pun akan dimakamkan di muka bumi. Oleh karena itu, ini menunjukkan bahwa tidak ada makhluk yang terbuat dari tanah yang mati di tempat lain selain bumi.

Keempat: Turunnya Nabi Isa juga adalah untuk membungkam Nashoro. Sungguh Allah akan membinasakan berbagai agama di masa Isa turun kecuali satu agama saja yang tersisa yaitu Islam. Isa pun akan menghancurkan salib-salib, membunuh babi dan menghapuskan jizyah (artinya tidak ada pilihan jizyah, yang ada hanyalah pilihan untuk masuk Islam).

Kelima: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

Aku orang yang paling dekat dengan 'Isa bin Maryam 'alaihis salam di dunia dan akhirat, dan para Nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeda, sedangkan agama mereka satu” (HR. Bukhari no. 3443 dan Muslim no. 2365, dari Abu Hurairah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang terspesial dan yang paling dekat dengan beliau. Isa bin Maryam sendiri telah memberi kabar gembira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan datang setelah beliau. Beliau pun mengajak umatnya untuk membenarkan dan beriman terhadap hal itu. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." (QS. Ash Shaff: 6)[6]

Segala puji bagi Allah, selesai sudah pembahasan kami tentang turunnya Isa di akhir zaman. Insya Allah pada kesempatan lainnya, kami akan melanjutkan dengan tanda kiamat besar lainnya, yaitu datangnya Dajjal.

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Kamis, 20 Januari 2011

Tragedi Bintaro

Tragedi Kereta 19-10-1987, atau yang lebih dikenal sebagai Tragedi Bintaro yang terjadi pada tanggal 19 Oktober 1987 di Bintaro, Jakarta Selatan tepatnya di Lengkungan “S” sekitar 200 meter setelah Palang Pintu Pondokbetung dan 8 km sebelum Stasiun Sudimara. Berikut ini detik-detik yang menegangkan tersebut.

Tanggal 19 Oktober 1987 Pukul 06.45, akan menjadi detik-detik yang akan tercatat dalam Sejarah Perkeretapian Indonesia. KA 225 Jurusan Rangkasbitung-Jakartakota yang dipimpin oleh Masinis Slamet Suradio, Asisten Masinis Soleh serta Kondektur Syafei, berhenti di Jalur 3 Stasiun Sudimara dengan ± 700 penumpang dan ditarik oleh Lokomotif BB30316. Kereta tersebut bersilang dengan KA Cepat 220 Jurusan Tanah Abang-Merak yang dipimpin oleh Masinis Amung Sunarya dan Asisten Masinis Mujiono dengan ± 500 penumpang dan ditarik oleh Lokomotif BB30616, di Jalur 2 Stasiun Kebayoran Lama.

Di St. Sudimara sendiri, di Jalur 3 terdapat KA 1035 Indocement dan di Jalur 2 terdapat Gerbong Kosong Rusak. Menanggapi hal tersebut, Djamhari yang menjabat sebagai Kepala PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) St. Sudimara, memberitahukan persilangan di St. Kebayoran Lama. Namun Umriyadi, Kepala PPKA St. Kebayoran Lama menolak pemindahan persilangan KA dan tetap meminta persilangan dilakukan di St. Sudimara. Yang kemudian akhirnya persilangan dilakukan di St. Sudimara.



Lalu Djamhari mengosongkan Jalur 2 untuk menampung KA Cepat 220 yang telah diberangkatkan Pukul 06.50 atas izin PPKA St. Kebayoran Lama, dengan memindahkan KA 225 ke Jalur 1. Djamhari memerintahkan Juru Langsir untuk melangsir KA 225 ke Jalur 1. Kemudian untuk memberi peringatan kepada Masinis dan penumpang, Juru Langsir mengibaskan Bendera Merah menuju Lokomotif KA 225 dan meniup peluit Semboyan 46 tanpa membatalkan perintah persilangan yang “terlanjur” diberikan kepada Masinis KA 225.

Masinis KA 225 mendengar Semboyan 46 Juru Langsir tersebut, tetapi ia tak dapat memastikan apakah telah ditunjukkan Semboyan 40 atau tidak (karena kondisi Lokomotif yang penuh sesak). Kemudian ia menanyakan kepada penumpang yang berdiri di luar Lokomotif, dan dijawab telah waktunya untuk berangkat. Masinis pun membunyikan Semboyan 41, disusul Semboyan 35. Ia tidak menyadari bahwa belum diberikan Semboyan 40 oleh PPKA St. Sudimara. Dan celakanya, ia mengira itu adalah semboyan yang telah diberikan PPKA adalah untuk memberangkatkan KA (berdasar jawaban penumpang), padahal itu adalah semboyan 46 untuk melangsir KA.



Akhirnya pukul 07.00 KA 225 pun berangkat tanpa izin dari PPKA St. Sudimara menuju “tujuan yang tak akan pernah tercapai”. Kontan semua petugas St. Sudimara panik hebat, terutama Juru Langsir yang kemudian mengejar KA 225 dan berhasil naik di Gerbong paling belakang. Beberapa Petugas KA pun mengejar dengan Motor. Djamhari pun mengibas-ngibaskan Bendera Merah dan menaikturunkan Sinyal Palang KA yang menggerakkan Sinyal Masuk arah Kebayoran Lama. Tapi tak satupun terlihat oleh Masinis KA 225. Kemudian Djamhari pun mengejar KA 225 dan berteriak-teriak, “Tolong… Pasti Tabrakan…Tolong… Pasti Tabrakan!!” Namun tak satupun usahanya membuahkan hasil, dan ia kembali ke St. Sudimara dan menghubungi PPKA St. Kebayoran Lama agar mengusahakan KA Cepat 220 diberhentikan di Palang Pintu Pondokbetung.

Djamhari akhirnya mencoba usaha terakhirnya dengan membunyikan Semboyan Bahaya ke Bel Genta Perlintasan. Namun sialnya, Petugas Palang Pintu Pondokbetung tidak hafal Semboyan Genta dan menganggapnya sebagai Bel Genta Percobaan. Akibatnya fatal, KA Cepat 220 berjalan lurus melewati Palang Pintu Pondokbetung tanpa diberhentikan oleh Petugas Palang Pintu Pondokbetung.

200 meter kemudian, Malaikat Maut pun turun ke bumi. KA 225 telah 8 km meninggalkan St. Sudimara dan berjalan Half-Speed (45 km/h), dan KA Cepat 220 berjalan Low-Speed (25 km/h). Mereka bertemu di Lengkungan “S”. Masinis KA 225, Slamet Suradio terkejut melihat KA Cepat 220, dan berusaha mengerem KA. Secara teoritis, hal tersebut tak akan berhasil, karena KA pada kecepatan 50 km/h saja membutuhkan 400 meter untuk dapat berhenti dengan total.

Pukul 07.10 suara benturan sangat keras mengiringi saling bertabrakannya kedua KA. Masinis & Asisten KA Cepat 220 selamat, karena berjongkok di Lantai Lokomotif. Namun Masinis & Asisten KA 225 luka parah. Karena Massa yang sangat besar, mengakibatkan masing-masing Lokomotif seakan tertelan masing-masing Gerbong (Telescopic Effect). Berdasarkan informasi dari Harian Suara Pembaruan, 72 orang tewas seketika, 200 lebih tewas karena sekarat, 300 lebih luka-luka.



Tragedi ini sangat mengguncangkan Indonesia, terutama Jakarta. Dan dikategorikan sebagai Kecelakaan KA Terbesar se-Indonesia. Sebelumnya, tanggal 20 September 1968, kecelakaan serupa pernah pula terjadi di Desa Ratujaya, Depok (sekitar 1 km setelah St. Depok), antara Kereta Cepat dan Kereta Lambat, 116 orang tewas seketika dan 67 orang luka-luka.

Kamus Kecil:
1.Semboyan 35: Ketika Masinis membunyikan Horn (Klakson) KA, sebagai Tanda KA akan diberangkatkan
2.Semboyan 40: Ketika Petugas Peron memberikan Sinyal Hijau kepada Kondektur KA, tanda jalur telah aman untuk dilalui
3. Semboyan 41: Ketika Kondektur membunyikan Peluit sebagai respon atas dimengertinya Semboyan 40 yang telah diberikan
4.Semboyan 46: Ketika Juru Langsir meniup peluit dan mengibaskan Bendera Merah, sebagai tanda kepada masinis dan penumpang bahwa KA akan segera dilangsir

Sumber:

1.Indonesian Railfans Community – www.semboyan35.com
2.Harian Suara Pembaruan, 19 Oktober 1987
3.valkyriedwin.blogspot.com

Catatan:
1.Lokomotif KA Cepat 220 adalah BB30616, namun dalam ilustrasi menggunakan BB30617
2.Lokomotif KA 225 adalah BB30316, namun dalam ilustrasi menggunakan BB30317

Rabu, 22 Desember 2010

Wawancara dengan Simon Santoso


Begitu sampai di pusat PBSI di Cipayung , W langsung celingukan di nyari cowok berambut cepak ini.Ternyata Simon lagi diminta foto bareng wartawan dari China yang meliput kegiatan pebulutangkis Indonesia untuk Asian Games 2010.Sejak memenangkan medali perak di Southest Asian Games 2005 di Filipina, cowok kelahiran Tegal,Jawa tengah ini emang langsung jadi perhatian media dan pengamat olahraga bulutangkis sedunia.

Swiss,Jepang,China,Singapura,dan puluhan negara pernah dikuunjunginya untuk mengikuti berbagai kompetisi bulutangkis dunia.Tapi setelah lima tahun jadi atlet andalan Indonesia , Simon tetap terlihat kayak cowok kebanyakan.Dengan logat Jawa nya yang kental,cowok berumur 25tahun ini bercerita soal makanan kesukaan,tipe cewek,sampai kebiasaan buruknya...

Check this out !!!

Halo Simon gimana kabarnya??

Baik Cuma masih kurang fit,karena cedera punggung pas di Perancis kemarin.Ini beneran mau wawancara aku?aku kan bukan artis.

Hahaha biar bukan artis, tapi kamu banyak penggemarnya,lho.Eh kok bisa cedera?

Aku sempet main di babak pertama di kejuaraan badminton di Paris, tapi mundur karena cidera.Waktu set kedua (melawan Prezemislaw Wacha dari Polandia) aku coba untuk terusin main karena set pertama udah menang.Akhirnya bisa menang, tapi sakit banget, buat jalan aja sakit.besoknya enggak kuat main.

Terus sekarang udah membaik belum?

Masih fisioterapi, sih.Aku sempat sebulan enggak boleh latihan berat – berat.Tapi, sekarang udah mendingan.Banyak berenang juga biar cepet sehat.Dulu sebelum main bulutangkis, awalnya aku hobby berenang.Karena bosan, aku ikut-ikutan kakak main bulutangkis.Akhirnya jadi seneng.Kata pelatih aku juga ada bakat.ya udah akhirnya aku terusin,kakak malah berhenti.

Emang dari umur berapa sih kamu suka main bulutangkis?

Umur 7 tahun aku udah ikut klub badminton di Tegal.pas umur 10 tahun aku pindah ke jakarta karena di tarik ke klub Tangkas Alfamart.Terus,pas umur 17 tahun aku di tarik ke PBSI.

Berarti dari kecil kamu udah tinggal jauh dari orang tua, dong.suka kangen enggak??

Kangen,lah.Tapi kan kadang orang tua aku suka dateng ke Jakarta.Kalau udah bosan,mereka balik lagi ke Tegal.Dulu waktu masih kecil ijin pulangnya seminggu,tapi aku sebulan di Tegal.yang lain udah pada latihan,aku belum mau balik.Soalnya dulu di asrama,enggak ada teman yang se umuran, besar – besar semua.Terus aku suka dikerjain lagi, hahaha.. ! walaupun aku jauh dari keluarga kita lumayan kompak.

Ada enggak pengalaman yang berkesan banget selama tanding?

Pas di Swiss Open tahun 2007 walaupun kalah di final, tapi aku ngerintis dari bawah.Dari kualifikasi sampai akhirnya masuk final.Pas thomas Cup kemarin aku jadi penentu.Itu juga berkesan, Cuma pas di final kalah sama (pemain) China.

Pasti deg – degan banget ya kalau jadi penentu?

Pasti tegang dan beban, ibaratnya kayak hidup dan mati.Cuma kan harus belajar juga dari pengalaman,mempelajari musuh.dari penampilan juga harus dipikirin,harus konsentrasi.

Apa sih kelebihan kamu dibanding pemain lainnya?

Kata orang orang sih aku pinter ngakal-ngakalin lawan .he he he ...kalau dari teknik mungkin stroke-nya(pukulan)kali,ya.Tapi permainan aku masih kurang stabil,apalagi pas awal tahun kemarin.belakangan ini sih udah lumayan stabil,udah ketemu ritmenya.

Ritme itu maksudnya apa?

Hmmm, jadi penampilan satu pertandingan ke pertandingan lainnya.Hari ini main bagus,besok kurang bagus.Dipikirin gimana ngejaga permainan biar bisa bagus terus.Caranya satu , jaga kondisi.Dua, harus konsentrasi,enggak usah banyak kegiatan,misalnya main di luar.

Ngomong ngomong kalau lagi nggak latihan biasanya kamu suka pergi kemana?

Aku suka cari makanan baru,aku hobi makan,sih.Kadang suka pergi sendiri, sampai pacarku bilang aku aneh.Apa anehnya,ya?kenapa musti nungguin teman, sendiri aja.aku udah biasa apa apa sendiri.mungkin karena dari kecil aku jauh dari orang tua.(simon ayo kita wisata kuliner bareng..hahaha...)

Oh,Kamu udah punya pacar ya?Nama nya siapa?

Hmmm...Ada deh.kita udah pacaran sekitar setahun.(simon lama banget nih pas jawab pertanyaan ini.Biar udah di paksa untuk nyebutin namanya . Simon tetep enggak mau jawab,,hihihi...)

Emang tipe cewek ideal kamu kayak apa?

Yang pasti jangan yang terlalu bawel.Kalem dan sopan, tapi tetep apa adanya.saya suka cewek rambut panjang,putih,bersihlah gitu.terus, tinggi juga, biar memperbaiki keturunan..hahaha..bercanda deng...(beneran juga nggak papa kok)

Sekarang kamu kan udah sukses, nih, jadi pemain bulutangkis.ada impian lain yang belum terwujud?

Aku pingin bisnis juga.Sekarang udah jalan usahanya, di bidang konstruksi gitu.Tapi karena aku enggak bisa pegang sendiri usaha itu jadi saudaraku yang ngurusin.sambil aku belajar bisnis juga.

Diam-diam kamu banyak penggemarnya juga lho!!

Ah,masa, sih. Enggak percaya aku. He he he..terimakasih yaa udah dukung aku.Dukung terus bulutangkis Indonesia.Doain aku makin sukses membawa bulutangkis Indoneesia ke ajang Internasional.

MAJU TERUS SIMON !! : )


Simon fun facts :

> Simon doyan banget makanan berkuah seperti sup,soto.dia anti banget sama junk food.

> Kalau lagi enggak pakai kostum olahraga , simon paling suka pakai kaos,celana jeans,atau celana ¾.

> Selain hobby olahraga, Simon juga suka dengan otomotif lho.

> Gara-gara hobi makannya,Simon pernah keracunan makanan, sampai tiga hari dirawat di rumah sakit karena terus terusan mual dan pusing. “ mendiingan cedera daripada keracunan.Abis kalau kerracunan mau ngapa ngapain jadi engggak enak” kata simon.

> Saking seringnya juara, simon sampai lupa kapan pertama kalinya dia memenangakan pertandingan.

> Walaupun sering menang, ada ada 4 pemain bulutangkis yang jadi lawan terberatnya Lin Dan dan Chen Jin dari China,Lee Chong Wei dari Malaysia, Peter Gade dari Denmark. “ semua udah pernah aku kalahin,sih,tapi aku lebih sering kalah kalau lawan mereka”bebernya.

> Umur 17 tahun Simon udah mulai pacaran.Tapi, lagi lagi dia enggak mau nyebutin nama ceweknya.

> Waktu masih SMA, Simon juga suka bandel,tapi dia mengaku cowok kalem yang enggak banyak omong.Makanya dia paling enggak suka sama cewek yang ngomongnya kasar.

> Kebiasaan buruknya yang belum bisa di ubah sampai sekarang adalah mengigau. “Dulu pernah sampai aku mukul kepala terman, sampai sakit tangan aku.pas temen aku kebangun aku pura pura tidur aja,padahal bangun.he he he..”

> Tiap ke luar negeri Simon rajin banget beli kaos Hard Rock Hotel dari berbagai negara. “tapi kalau tokonya jauh (dari hotel) suka enggak beli juga”.

> Simon mengaku kurang tertarik dengan social media.Dia sempat punya akun facebook, tapi tiba tiba ada orang yang bikin akun dengan namanya dan marah-marah sama dia, karena di tuduh memalsukan akun Simon Santoso ..ha ha ha......

BIODATA :

Nama : Simon Santoso

Panggilan : Simon,monk

TTL : Tegal,29 Juli 1985

Hobi : Berenang,makan,otomotif

Aktor fav : Nicholas Cage

Aktris fav : Angelina Jolie

Musik fav : Pop, Instrumental

Tempat fav : pegunungan

Selasa, 14 Desember 2010

Avril Lavigne's Bio


When singer, songwriter, and musician Avril Lavigne first burst upon the music scene at age 17, she was known as a young, pop-punk tomboy who refused to resort to skin-baring come-ons, preferring to entice the record-buying public with her powerhouse voice, high-spirited melodies, and straight-talking lyrics. Staying steadfastly true to herself and putting music before image paid off both critically and commercially for the Canadian-born artist. In 2002, Lavigne shot to global pop stardom with the 6x-platinum Let Go, followed by 2004’s 3x-platinum Under My Skin, and 2007’s platinum The Best Damn Thing. Over the course of her three albums, Lavigne scored a string of international hit singles: “Complicated,” “Sk8er Boi,” “I’m With You,” “Losing Grip,” “Don’t Tell Me,” “My Happy Ending,” “Nobody’s Home,” “Keep Holding On,” “Girlfriend,” “When You’re Gone,” “Hot,” and “The Best Damn Thing.” She earned eight Grammy Award nominations, won seven Canadian Juno Awards, and sold more than 30 million albums and nearly 20 million tracks worldwide over the past eight years.

Lavigne also launched a second career as an entrepreneur by creating a well-received fashion and lifestyle brand (Abbey Dawn), two fragrances (Black Star and Forbidden Rose), branched out into film work (Over the Hedge, Fast Food Nation), and further committed herself to the philanthropic activities she’s participated in over the years by establishing The Avril Lavigne Foundation, which works in partnership with leading charitable organizations to design and deliver programs, raise awareness, and mobilize support for children and youth living with serious illnesses or disabilities.

With her multiple creative endeavors and impressive musical success, it’s worth pointing out that Avril Lavigne is all of 26. She may be young by veteran performer standards, but she has evolved as a person and as an artist since releasing The Best Damn Thing. Lavigne brings the maturity and insight she’s gained from her experiences to her next labor of love, her fourth album, Goodbye Lullaby, which will be released by RCA Records in March 2011.

“I pushed myself and didn’t hold back,” Lavigne says of Goodbye Lullaby for which she wrote or co-wrote every song, and wrote and produced two“4 Real” and “Goodbye” entirely on her own. “I allowed myself to be vulnerable. I think it’s during the real moments that people can relate the most. Those who have heard the album have had very strong emotional reactions to the songs, so I realized that when something is so real, it will probably touch somebody. The beauty of music is that it’s open to interpretation.”

Written at various stages over the past few years, Goodbye Lullaby is filled with appealingly relatable, heartfelt songs that convey a variety of emotions and reflect a bittersweet mood not generally associated with Lavigne’s best-known tunes. Except for the anthemic first single, the irresistibly feisty “What The Hell” and “Smile,” which create a perfect bridge from her previous work, the remainder of Goodbye Lullaby finds Lavigne exploring what it means to push through the tough times and emerge stronger for it — a theme apparent on songs like “Everybody Hurts,” “Push,” “Remember When,” and “Wish You Were Here.”

“Overall, the album is about how we all go through difficult experiences, whether it’s ending a relationship, losing a job, or just missing someone,” Lavigne says. “We get through it and we grow.” Nowhere is this feeling better expressed than on “Goodbye,” a delicate piano-and-string ballad that closes out the album. “’Goodbye’ is the most raw and vulnerable track I’ve ever written and recorded in my career,” Lavigne says. “It’s a very special song because I wrote and produced it myself. It’s so real and truthful. You can’t fake that.”

Goodbye Lullaby’s intensity is balanced out by its instrumentation: bright, rich textures of acoustic guitar and piano, as well as an orchestra on “Darlin’,” “Remember When,” and “Goodbye.” Through it all, from the upbeat pop tracks to the mellower ballads, Lavigne’s voice is front and center, summoning up and soaring easily through the emotion that her lyrics require.

“This album is all about me being a singer, a songwriter, and a musician,” Lavigne says. “Typically the lead vocal gets buried in the track and you can’t always hear the quality, character, or emotion after a certain point. I wanted my voice to be the main instrument. It forced me to really throw myself out there. I still love rocking out, but I wanted this record to show a different side. That’s why I produced some of the songs myself, which I never thought I’d do.”

For the rest of the album’s tracks, Lavigne turned to her longtime friends and collaborators Evan Taubenfeld and Butch Walker, as well as Max Martin. Another important influence was Sum 41 frontman Deryck Whibley, who lends his production skills to several tracks, including “Darlin’,” — a song Lavigne wrote at the age of 14. “Whenever I hear ‘Darlin,’ I think of the family room I wrote it in and playing it for my mom,” she says. “So it’s really special for me to have it on the album.”

A small-town girl from Napanee, Ontario, Lavigne had already been writing, singing, and performing for a few years before releasing her breakthrough album, Let Go, which featured the smash singles “Complicated” and “Sk8r Boi” and sold more than 16 million units worldwide. Her second album, 2004’s Under My Skin, debuted at No. 1 on the Billboard Top 200, and sold more than eight million copies worldwide fueled by the hit singles “Don’t Tell Me” and “My Happy Ending.” Four years later came The Best Damn Thing, which featured the No. 1 single “Girlfriend.” Lavigne’s biggest record to date, “Girlfriend” was the top digital track of 2007, selling more than 7.3 million downloads in eight languages. The Best Damn Thing included the epic ballad “Keep Holding On,” which Lavigne wrote at the request of 20th Century Fox for the studio’s fantasy/adventure film Eragon. Lavigne’s songs have also graced the soundtracks of such feature films as Sweet Home Alabama, Bruce Almighty, Legally Blonde 2, The Princess Diaries 2, and The House Bunny.

In 2010, Lavigne wrote “Alice” for Tim Burton’s film fantasy Alice in Wonderland, which was included on the compilation album Almost Alice, released in March. The video for “Alice,” directed by David Meyers, depicts Lavigne’s own adventure down the rabbit hole. She also brought her fashion brand into the mix, designing “Alice in Wonderland” pieces for Abbey Dawn that were sold in stores in connection with the film’s release.

It’s been a whirlwind journey for Lavigne, who says the thing she’s looking forward to most about releasing Goodbye Lullaby is getting the opportunity to hit the road and perform for her fans around the world. “My fans are hardcore,” Lavigne says. “They are very dedicated and really supportive — the kind of fans who stick around. It’s been an amazing experience meeting them after shows and reading their letters, because the things they’ll say to me are very special. People have come up and started crying, saying, ‘You have no idea what your music has done for me.’” That’s all I need to hear. If I can give even one person strength through my music, that’s pretty frickin’ special.”

http://www.avrillavigne.com/us/bio

Kamis, 28 Oktober 2010

MY MOM - MY ANGEL :)

Suatu waktu ada seorang anak siap terlahir ke dunia, anak itu kemudian bertanya pada Tuhan :" Mereka bilang besok Kau akan mengirim saya ke dunia, tapi bagaimana saya akan hidup didunia yang sedemikian besar seorang diri tanpa mengenal siapapun?"

Tuhan menjawab :" Diantara sekian banyak malaikat, Aku telah memilih satu untukmu. Sekarang ia sedang menunggumu dan ia akan memeliharamu dengan baik".

Anak itu berkata :" Tapi, di Surga ini, saya tidak melakukan apapun selain menyanyi dan tersenyum. Itulah yang kubutuhkan agar saya bahagia."

Jawab Tuhan :" Malaikatmu akan bernyanyi setiap hari, Kau akan merasakan kasih sayangmya dan bersama dengannya kau akan bahagia."

Lagi kata anak itu :" Bagaimana saya akan dapat berkomunikasi dengan orang lain, jika saya tidak mengerti bahasa yang mereka pakai untuk berbicara."

" Mudah " kata Tuhan. " Malaikatmu akan mengatakan padamu kata-kata yang indah dan manis yang akan kau dengar dan dengan sabar serta penuh perhatian ia akan mengajarimu berbicara"

Anak itu memandang Tuhan dan berkata :" Apa yang harus saya buat jika saya ingin berbicara denganMu".

Tuhan tersenyum seraya berkata :" Malaikatmu akan mengajarimu bagaimana berdoa ".

Kata anak itu :" Saya sudah dengar bahwa didunia ada banyak orang jahat, siapa yang akan melindungiku?".

Jawab Tuhan :" Malaikat itu akan melindungimu terus, walaupun hal itu mungkin mengancam hidupnya."

Anak itu kelihatan sedih dan berkata :" Tapi saya akan sedih, sebab saya tidak akan melihatMu lagi".

Tuhan menjawab :" Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku dan ia akan mengajarkan padamu jalan untuk kembali padaku, walaupun Aku akan selalu berada didepanmu ".

Pada saat itu sudah waktunya sang anak dilahirkan, walaupun di surga terasa begitu damai, tetapi suara-suara didunia semakin jelas terdengar. Dengan tergesa-gesa anak itu berkata dengan lembut, "Tuhan, jika sekarang saya akan berangkat, tolong katakana siapa nama Malaikatku itu ?".

Jawab Tuhan :" Namanya tidaklah penting..... kau akan dengan sederhana memanggilnya MAMA.

" Terima kasih Ibu, kaulah Malaikatku" 

Rabu, 15 September 2010

Teknik Bulutangkis: Trik Menerima dan Mengembalikan Servis


Salah satu hal “kecil” yang sering terlewatkan padahal penting untuk dipelajari dalam bulutangkis adalah cara mengembalikan servis lawan. Penting karena pengembalian yang tidak sempurna dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri maupun pasangan (jika bermain ganda).

Nomor satu yang harus dipikirkan saat menerima servis adalah usaha untuk menjatuhkan (bukan mengangkat) bola di lapangan lawan. Pemikiran ini juga harus didukung oleh posisi badan yang siap menerima servis jenis apa pun.

Posisi siap terima servis adalah sebagai berikut:
·Berdiri satu sampai dua-tiga langkah di belakang garis servis pendek
·Posisikan kaki kiri Anda (atau kaki kanan jika Anda kidal) ke depan untuk menjaga keseimbangan
·Tekuk lutut Anda sedikit
·Condongkan badan Anda ke depan, dengan berat badan “jatuh” pada kaki depan
·Posisikan raket di depan Anda dengan kepala raket berada sedikit lebih tinggi dari net, posisi forehand

Memang akan membutuhkan beberapa waktu untuk membiasakan diri berada sedemikian dekat dengan “garis depan,” apalagi jika mendapat servis jenis flick (servis lurus ke belakang). Tetapi tidak usah kuatir. Dengan berjalannya waktu, latihan berkala akan meningkatkan kemampuan Anda.

Menerima Servis Pendek
Pengembalian terhadap servis pendek tergantung pada seberapa cepat Anda membalasnya. Begitu Anda mendapat servis pendek, dorong kaki belakang Anda (seperti dorongan per) dengan raket yang terangkat, lalu secepat mungkin arahkan ke bola dan potong jalannya. Jangan menunggu sampai bola mendatangi Anda; sambut ia terlebih dahulu.

Dalam kondisi terbaik, yakni, Anda memukul bola pada saat masih di atas net, bola akan menghujam ke bawah dengan tajam ke lapangan lawan. Untuk melakukan hal ini, Anda perlu kekuatan pergelangan tangan yang cukup.

Jika kurang memungkinkan untuk melakukan serangan hunjaman tersebut, putar kepala raket Anda mengarah ke atas dan kembalikan bola dengan tipis di atas net. Hal ini membuka peluang bagi lawan untuk mengangkat bola dan Anda/pasangan Anda dapat melakukan tindakan serangan.

Menerima Servis Tinggi
Jika mendapat servis tinggi membumbung, Anda punya cukup waktu untuk bergerak ke belakang dan menerima servis, bahkan berpikir bagaimana Anda ingin mengembalikan bola tersebut. Tetapi pengembalian terbaik tetap adalah sebuah smes.

Menerima Servis Flick (Kecohan Tinggi ke Belakang)
Anda bisa jadi mendapat servis tipuan flick (servis yang ternyata menggunakan kekuatan pergelangan tangan untuk mendorong bola tinggi ke atas dan ke batas garis belakang servis; sekilas terlihat seperti akan menjadi servis pendek).

Jika Anda benar-benar terkecoh, segera lakukan yang terbaik. Bergeraklah ke belakang secepat mungkin, dan jika memungkinkan, lakukan smes. Jika tidak memungkinkan, pilihan secukupnya adalah drop shot atau clear. Jika pilihan-pilihan kedua ini yang Anda ambil, lakukanlah dengan cermat: arahkan bola ke lapangan kosong alias yang tidak terjaga oleh lawan.

Menerima Servis Drive (Datar)
Karena servis drive cenderung cepat dan datar, pengembalian terbaik adalah mengarahkan raket Anda dalam rute perjalanan bola, alias Anda cukup sekedar memantulkan kembali sang bola. Gunakan pergelangan tangan Anda untuk mengontrol arah pengembalian bola ke lapangan kosong atau ke arah atas/bawah sehingga menyulitkan lawan untuk mengejar pengembalian.

Selain berlatih rutin sehingga badan Anda hafal dan dapat melakukan refleks terbaik, memperhatikan bagaimana para atlet kaliber dunia mengembalikan servis lawan juga dapat memberi masukan penting.

Selain itu, ada satu hal yang cukup sering tersebut sepanjang artikel ini: kekuatan pergelangan tangan. Anda dapat secara sederhana melatih kekuatan pergelangan tangan Anda dengan cara di bawah ini.

Melatih Kekuatan Pergelangan Tangan
·Memakai barbel kecil dan latih dengan menekuk ke dalam dan keluar pada bagian pergelangan tangan atau memutar pergelangan tangan searah jarum jam lalu berbalik arah (masih dengan menggenggam barbell). Tidak punya barbel? Isi botol Aqua dengan pasir untuk menggantikan fungsi barbel
·Memakai powerball yang sedang ramai dibicarakan
·Berlatih memukulkan bola ke tembok

Minggu, 05 September 2010

Liliyana Natsir


Lilyana Natsir (lahir di Manado, 9 September 1985) adalah seorang pemain bulutangkis wanita dari Indonesia yang mengkhususkan diri di nomor ganda. Dia awalnya bergabung dengan klub bulutangkis Tangkas Jakartasebelum ia bergabung dengan skuad tim nasional. Dia adalah putri dari Beno Natsir (ayah) dan Olly Maramis (ibu) dengan hobi mendengarkan musik dan nongkrong. Orang sering memanggilnya dengan julukan Yana atau Butet. Dia hanya menyelesaikan sekolah dasar di Manado sebelum ia memiliki keberanian untuk terbang ke Jakarta dan fokus dirinya serius di bulutangkis. Setelah ia selesai semua kompetisi, dia selalu membuat sebuah simbol dari Roh Yesus Kristus.

Sebelumnya berfokus hanya pada ganda campuran dengan pasangan Nova Widianto, sejak 2007 dia juga bermain di ganda wanita dengan Vita Marissa. Pada tahun 2006 ia dan Widianto memenangkan Kejuaraan Asia di ganda campuran dan empat gelar Grand Prix Dunia. Mereka memenangkan Kejuaraan Dunia BWF di kedua 2005 dan 2007. Pada 2007 Asia Tenggara di Thailand, Natsir memenangkan medali emas di ganda putri dengan Marissa, mengalahkan rekan mereka Indonesia Jo Novita dan rekan tim Greysia Polii dalam straight set. Mereka juga membantu tim wanita Indonesia memenangkan medali emas tim di permainan.

Di usia 12 dia meninggalkan rumah sebagai pemula. Di usia 21 dia kembali ke rumah sebagai jutawan. Di usia 12 dia memutuskan meninggalkan sekolah. Di usia 21 dia salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia–ganda campuran adalah spesialisasinya. Di kancah internasional, Lilyana Natsir menempati peringkat kedua dunia untuk ganda campuran. Sembilan tahun Lilyana “menukarkan” hidupnya dengan bulu tangkis. Sembilan tahun bulu tangkis menjadikan dia bintang yang naik-turun podium kehormatan. “Orang tua saya menghargai keputusan saya meninggalkan sekolah. Syaratnya harus serius,” ujarnya kepada Tempo.Gadis asal Manado itu mematuhi syarat orang tuanya, Beno Natsir dan Olly Maramis. Hasilnya? Sepanjang kurun 2000-2001, dia memenangi berbagai kejuaraan di tingkat nasional nomor ganda putri. Dia menjadi finalis Singapura Terbuka pada 2004 dan Swiss Terbuka 2005 serta semifinalis All England 2005.

Bersama pasangannya, Nova Widhianto, Lilyana menjuarai Indonesia Terbuka 2005, SEA Games 2005, dan Asian Badminton Championship 2006. Tak diunggulkan pada Kejuaraan Dunia di Anaheim, Amerika Serikat, pada 2005, Lilyana-Nova membawa pulang gelar juara. “Terharu dan bangga bisa ngasih emas buat negara,” ujarnya kepada Tempo. Seusai dia berlaga, Beno dan Olly meneleponnya, menyatakan betapa bangga keduanya kepada putri kecil mereka. Saat ke Amerika, dia satu-satunya atlet putri dalam kontingen bulu tangkis Indonesia. Toh, Lilyana tidak jengah. Gadis belia ini amat tomboi dalam penampilan sehari-hari. Rambutnya pendek, dicat merah. Lemari bajunya dipenuhi kaus dan jins. Harum parfum Calvin Klein yang masih menunjukkan identitas kewanitaannya. Lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985, Lilyana datang dari keluarga pencinta bulu tangkis. Di waktu senggang, dia bersama ibu dan pembantunya kerap mengisi waktu dengan bermain badminton di depan rumah. Melihat bakat dalam diri si putri bungsu, orang tuanya mendaftarkan dia ke klub PB Pisok di Manado. Pada 1997, dia hijrah ke klub PB Tangkas di Jakarta. Usianya 12 tahun ketika itu. Bagi seorang gadis kecil, sendirian dan jauh dari keluarga ibarat prahara. Tiap malam, Lilyana kenyang menangis. Kerap dia tergoda untuk menyerah dan kembali ke Manado.

Kala itu, Lilyana menjadi atlet paling kecil di klub. Para seniornya di klub, yang kebanyakan dari suku Batak, memanggilnya dengan nama kesayangan Butet. Genap setahun merantau, Butet pulang ke Manado untuk berlibur. Suasana rumah yang hangat membuatnya enggan kembali ke Jakarta. Tapi ibunya dengan tegas melarang. “Mereka bilang sudah kepalang tanggung,” Butet menirukan ucapan kedua orang tuanya. Kerja keras gadis kecil itu tidak sia-sia. Dia dipanggil masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada 2002. Tujuh jam tiap hari Butet berlatih di hall bulu tangkis Cipayung. Dan mencatatkan prestasi demi prestasi.Olahraga bulu tangkis mengalirkan penghasilan jumbo untuk Butet. Rekening pribadinya berisi hingga miliaran rupiah. Kontrak per tiga bulannya di pelatnas saja mencapai Rp 100 juta. Kakaknya, Kalista Natsir, seorang dokter, sempat “iri”. Dan siapa yang tidak? Di usia semuda itu, dengan modal pendidikan hanya sekolah dasar, Butet mampu membeli mobil Nissan X-Trail. Dua pekan lalu, dia mendapat satu mobil Yaris sebagai bonus prestasi. Nona Manado ini berniat membeli sebuah rumah di Cibubur. “Penghasilanku lebih dari cukup,” ujarnya. Semua ini harus dibayar mahal dengan latihan ketat setiap hari yang kerap membosankan. Butet memupus rasa bosan dengan nonton film, jalan-jalan ke mal, atau makan di luar bersama kawan-kawannya.

Sesekali dia mengisi akhir pekannya dengan dugem atau bermain biliar. Ditemani secangkir kopi, Lilyana betah berjam-jam menyodok bola biliar. Dia juga gemar bermain game di komputer atau menonton televisi di kamarnya yang berukuran 4 x 4 meter persegi. Liburan panjang dan Natal adalah saat yang amat dia nantikan. Butet pasti pulang kampung. Semua masakan Manado dilalapnya, termasuk sup tikus hutan. Dia menyimpan cita-cita menjadi seorang pelatih. Tapi memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah. “Sudah terlalu banyak ketinggalan kalau harus mulai dari awal,” ujarnya. Dia menukarkan pendidikannya untuk bulu tangkis. Boleh jadi, tidak sia-sia: bulu tangkis membawa Lilyana Natsir menjelajahi dunia jauh sebelum usia 21.

Bagi Lilyana Natsir, Beijing 2008 merupakan Olimpiade pertama. Bahkan pebulutangkis kelahiran Manado ini mendapat medali perak di nomor ganda campuran bersama Nova Widiyanto. Tapi, tak hanya itu rasa senang yang dirasakan cewek yang akrab disapa Butet ini. Pasalnya ketika tiba di Tanah Air, Selasa (19/8) malam, para pebulutangkis Indonesia disambut meriah oleh para pendukung tim tersebut, termasuk para atlet junior pelatnas. “Saya jadi teringat empat tahun lalu ketika masih junior. Saya juga turut menjemput para senior di Bandara Soekarno-Hatta. Perasaan saya ketika itu sangat senang melihat kesuksesan para senior,” kata Lilyana.,Kini, bagaimana perasaan Butet ketika menjadi orang yang dijemput? “Saya sangat senang dengan sambutan mereka. Saya merasa bangga bisa berada di sini. Benar-benar mengingatkan kenangan akan empat tahun yang lalu. Hanya, kini saya berada di tempat yang berbeda,” ujarnya dengan penuh senyum.

Dengan melihat kondisi NOVA WIDIANTO saat ini ,, hendaknya BUTET mencari pasangan baru lagi . Dari apa yang saya melihat dalam 2 hari terakhir, Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir akan menjadi pasangan yang sangat prospektif untuk INA dalam persiapan untuk Olimpiade 2012. Tontowi telah menghancurkan besar dan dia berani untuk mengambil inisiatif untuk lawan. Dalam pertandingan hari ini, Fran Kurniawan / Pia Bernadet Zebadiah Bernadet hanyalah outplayed oleh rekan-rekan mereka! Liliyana Natsir juga bermain sangat baik dalam 2 hari terakhir, khususnya hari ini ketika ia dicegah Pia dari melaksanakan ciri khasnya "sulit" bola (yang bermasalah Songphon / Kunchala kemarin malam berkali-kali). Setelah pertandingan, Liliyana komentar untuk Yanti Kusmiaty (pelatih XD) bahwa ia beruntung telah membatasi Pia hari ini ... itu hanya karena mereka tahu gaya masing-masing terlalu baik!(MACAU OPEN)

Fran juga tampak frustrasi ketika dia dan Pia yang trailing oleh banyak poin untuk kedua-set! Namun demikian, pasangan ini 2 harus berharap INA di Olimpiade dan sangat cocok preview untuk penggemar INA.

Prestasi.

With Nova Widianto (Mixed doubles)

2004:

  • Semi Finalist China Open SS
  • Winner Singapore Open SS

2005:

  • Runner up Swiss Open SS
  • Winner IBF World Championships
  • Winner Indonesia Open SS
  • Finalist Sudirman Cup [Team]

2006:

  • Winner Asian Badminton Championship
  • Runner up Indonesia Open SS
  • Winner Singapore Open SS
  • Winner Taipei Open GP Gold
  • Winner Korea Open SS
  • Runner up Hongkong Open SS
  • Runner up Japan Open SS

2007:

  • Semi Finalist Malaysia Open SS
  • Runner up Indonesia Open SS
  • Semi Finalist China Masters Open 2008
  • Winner Philippines Open GP Gold
  • Winner IBF World Championships SS
  • Runner up Japan Open SS
  • Winner China Open SS
  • Winner Hongkong Open SS
  • Finalist Sudirman Cup [Team]

2008:

  • Runner up All England
  • Semi Finalist Swiss Open SS
  • Runner up Asian Badminton Championship
  • Runner Up Uber Cup [team]
  • Winner Singapore Open SS
  • Silver medalist Beijing Summer Olympics 2008
  • Runner up Japan Open SS
  • Runner up China Masters Open SS

2009:

  • Winner Malaysia Open SS
  • Quarter Finalist All England
  • Winner French Open SS

With Vita Marissa (Women's doubles)

2007:

  • Winner China Masters Open SS

2008:

  • Semi Finalist Asian Badminton Championship
  • Runner Up Uber Cup 2008 [Team]
  • Semi Finalist Singapore Open SS
  • Winner Indonesia Open SS
  • Semi Finalist Japan Open Super Series 2008

With Ahmad Tontowi (Mixed Double)

  • Winner Macau Open 2010
  • Runner up China Taipei 2010